Ampere Meter Digital

Ammeter is a great addition to any Laboratory Power Supply as it will measure the current consumption and help you determine if there are any problems with the circuit that you are building or testing. This ampere meter is capable of measuring the current consumption up to 10A with selected 100mA, 10mA and 1mA accuracy, and consumes only about 25mA of current. The ammeter is based on single ICL7107 chip and 3.5-digit seven segment LED display. Due to a relatively small number of components that the circuit is using it is possible to fit it on a small 3cm x 7cm printed circuit board. 


0.01 Ohm resistor should be made out of 1.5mm thick / 5cm long copper wire. 0.1 Ohm and 1 Ohm resistors should have 5W ratings.

For highest accuracy it is recommended that the ICL7107 ampere meter module should be supplied with its own voltage supply. If measurement of the current of the same supply is needed, ICL7107 ampere meter would have to sample negative not positive voltage supply.

Brightness of the LED displays can be varied by adding or removing 1N4148 small signal diodes that are connected in series. Use two 1N4148 diodes for higher brightness.

Also, the use of 7805 5V voltage regulator is highly recommended to prevent the damage of ICL7107 and 7660 ICs. 

Dot on the seven segment LED display can be also moved with addition of a dual switch as shown below.

10A - 100mA Resolution - 99.9 A
5A - 10mA Resolution - 9.99 A
2A - 1mA Resolution - 1.999

Rangkaian Klakson Sepeda


Rangkaian Klakson Sepeda ini cukup sederhana, hanya menggunakan IC logika NAND 4093 yang terhubung sederhana, memiliki frekuensi yang rendah dengan osilator seperempat gelombang.

Ketika saklar pushbotton S1 ditekan, output osilator pada pin3 memberi tegangan picu ke transistor Q1. Transistor FET tersebut berfungsi untuk mengaktifkan speaker.

Potensiometer R1 berfungsi untuk mengatur frekuensi suara klakson sehingga suara klakson dapat diatur agar suaranya tinggi.


Pengertian Elektronika Digital

Digital berasal dari kata Digitus, dalam Bahasa Yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit).

Contoh Sistem Digital misalnya,jam digital,komputer,handphone,aplikasi pengolahan suara pada kanal telepon, pemrosesan citra serta transmisinya, dalam bidang seismologi dan geofisika, eksplorasi minyak, deteksi ledakan nuklir, pemrosesan sinyal yang diterima dari luar angkasa, dan lain sebagainya.

Data digital
Adalah Data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat . Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.

Teknologi digital memiliki beberapa keistimewaan unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog, yaitu:
  • Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang mengakibatkan informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi. 
  • Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.
  • Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
  • Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimkannya secara interaktif.
Ada beberapa alasan mengapa digunakan pemrosesan sinyal digital pada suatu sinyal analog. Pertama, suatu sistem digital terprogram memiliki fleksibilitas dalam merancang-ulang operasi-operasi pemrosesan sinyal digital hanya dengan melakukan perubahan pada program yang bersangkutan, sedangkan proses merancang-ulang pada sistem analog biasanya melibatkan rancang-ulang perangkat keras, uji coba dan verifikasi agar dapat bekerja seperti yang diharapkan.

Masalah ketelitian atau akurasi juga memainkan peranan yang penting dalam menentukan bentuk dari pengolah sinyal. Pemrosesan sinyal digital menawarkan pengendalian akurasi yang lebih baik. Faktor toleransi yang terdapat pada komponen-komponen rangkaian analog menimbulkan kesulitan bagi perancang dalam melakukan pengendalian akurasi pada sistem pemrosesan sinyal analog. Di lain pihak, sistem digital menawarkan pengendalian akurasi yang lebih baik. Beberapa persyaratan yang dibutuhkan, antara lain penentuan akurasi pada konverter A/D (analog ke digital) serta pengolah sinyal digital, dalam bentuk panjang word (word length), floating-point versus fixed-point arithmetic dan faktor-faktor lain.

Sinyal-sinyal digital dapat disimpan pada media magnetik (berupa tape atau disk) tanpa mengalami pelemahan atau distorsi data sinyal yang bersangkutan. Dengan demikian sinyal tersebut dapat dipindah pindahkan serta diproses secara offline di laboratorium. Metode-metode pemrosesan sinyal digital juga membolehkan implementasi algoritma-algoritma pemrosesan sinyal yang lebih canggih. Umumnya sinyal dalam bentuk analog sulit untuk diproses secara matematik dengan akurasi yang tinggi.

Implementasi digital sistem pemrosesan sinyal lebih murah dibandingkan secara analog. Hal ini disebabkan karena perangkat keras digital lebih murah, atau mungkin karena implementasi digital memiliki fleksibilitas untuk dimodifikasi.

Namun implementasi digital tersebut memiliki keterbatasan, dalam hal kecepatan konversi A/D dan pengolah sinyal digital yang bersangkutan.

ICL7107 Sebagai Display Driver untuk Temperature Controller

Postingan kali ini merupakan pengalaman dari Iseng Project saya dulu sewaktu masih kuliah (sekarang "nguli ah...").

Dulu saya sempat bingung mencari komponen yang sreg untuk display driver dari temperature controller yang akan saya aplikasikan ke portable steam sauna. Akhirnya atas info dari temen dan mbah google saya mendapatkan referensi tentang ICL7107 3 1/2 digit LED Display A/D Converter. Karena penasaran dengan fitur komponen yang menurut saya menarik untuk diaplikasikan, akhirnya mulailah saya action. By the way, sebelum jauh membaca, saya beritahukan bahwa postingan kali ini lebih fokus membahas Display Drivernya, bukan Temperature controllernya.

Mengapa saya tertarik dengan chip ini? 

ICL7107 merupakan display driver dengan performa tinggi dan low power yang didalamnya sudah memiliki sistem ADC (Analog to Digital Converter), seven segment decoder dan juga memiliki referensi dan clock. Jadi, input analog yang berupa tegangan DC dapat langsung diolah menjadi sinyal digital yang kemudian dialamatkan ke ouput berupa display seven segment. Beberapa proses tersebut dilakukan seklaligus dalam sebuah chip sehingga tampak efisien dan minimalis jika diaplikasikan. Harga juga tidak terlalu mahal, mungkin kalo sekarang Rp.30.000. Bentuk fisik serta deskripsi setiap pinnya terlihat pada gambar di bawah ini.


Pin Description
Bentuk fisik ICL7107
IC ini membutuhkan tegangan kerja +5 dan -5 VDC, tapi kalau temen-temen hanya memiliki catu daya tunggal yang outputnya hanya +5 VDC, bisa menambahkan IC 4009 yang dihubungkan melalui output clock (pin 38, 39 40) untuk mengkonversikan tegangan +5 VDC tadi menjadi -5 VDC.
click this link to get the datasheet https://www.intersil.com/data/fn/fn3082.pdf


Untuk mengaplikasikannya, saya menghubungkan kaki output dari sensor suhu IC LM35 ke kaki input high ICL7107 (pin 31). Tegangan output dari sensor suhu masih berupa sinyal analog sehingga tegangan yang merupakan input dari ICL7107 itu harus di konversikan menjadi digital. Dalam proses pengolahan sinyal input tersebut melalui dua proses, yaitu Analog Section dan Digital Section.



   
Seven segment yang dibutuhkan adalah type common anoda karena output dari display driver berupa sinyal low. Koneksikan seven segment tersebut sesuai dengan pin-pin khusus yang dimiliki ICL7107. (perhatikan urutan bloknya antara digit ratusan, puluhan dan satuan).

Setelah mempelajari karakteristik dari L7107 barulah mulai membuat layoutnya yang sekaligus digabung dengan temperature controller. Gambarnya seperti dibawah.


Layout Temperature controller

Kalau sudah menggambar layoutnya sudah tentu cetak layout tersebut kemudian etching to the PCB, setelah itu lakukan pemasangan komponen. Hati-hati dalam menyolder komponen semikonduktor karena komponen seperti ICL7107 tidak terlalu tahan panas, gunakan socket sebagai penempatan IC.
Kit siap kemas
Gambar di atas adalah rangkaian yang sudah siap dikemas dalam casing. Sedangkan gambar di bawah ini adalah desain casing yang saya buat.

Desain Casing
Nah, temen-temen sekarang bisa lihat. Gambar di bawah ini adalah temperature controller yang display drivernya menggunakan ICL7107. Bagi temen-temen yang ingin mengaplikasikan dalam bentuk lain juga bisa contohnya voltmeter digital, thermometer atau lain sebagainya karena ICL7107 cukup multifungsi.

Temperature Controller Using ICL7107 As a Display Driver

Popular Posts

Alexa Rank


Followers

gif maker