Lampu Jalan Otomatis

Berikut ini adalah rangkaian lampu jalan otomatis yang dapat dipakai untuk menyalakan lampu jalan atau lampu taman rumah anda.  Secara otomatis akan menyala pada malam hari dan mati pada siang hari. Rangkaian ini cukup sensitif dan dapat dipakai untuk mengaktifkan perangkat bertegangan 220vac.

Rangkaian ini menggunakan dua buah transistor 2N3904 dan beberapa komponen. VR 50K dipakai untuk mengatur sensitifitas sensor dalam mengaktifkan relay sesuai dengan tingkat kegelapan yang kita inginkan. Rangkaian ini juga beroperasi dengan tegangan 6 sampai 12 volt tapi sesuaikan juga tegangan relay yang akan digunakan.

Dua transistor yang dirangkai berfungsi sebagai saklar. Ketika cahaya menyinari LDR, tahanannya akan menurun dan tegangan pada kaki basis Q1 akan meningkat dan akan mengaktifkan Q1 sehingga Q2 off. Ketika tidak ada cahaya yang dierima LDR, resistansinya akan meningkat dan mematikan transistor Q1 dan tegangan pada kaki basis Q2 meningkat sehingga relay aktif.
 


Pendingin Amplifier Otomatis

Berikut ini adalah rangkaian pengandali ON/OFF kipas yang dapat diaplikasikan sebagai pendingin amplifier otomatis. Rangkaian akan mengaktifkan kipas pendingin ketika suhu pada heat sink melebihi level yang ditentukan, dan kipas akan dalam selalu dalam keadaan OFF jika amplifier bekerja dengan volume rendah. Karena dengan volume rendah suhu yang diterima heat sink juga rendah dan tidak akan bisa mengaktifkan kipas. 

pendingin ampli otomatis

Sebagai pendeteksi suhu heatsink menggunakan Thermistor NTC (negative temperature coefficient) R2. Percabangan dari thermistor R2 dan resistor R1 terhubung ke inverting input (pin3) IC1 yang berperan sebagai comparator. Input non-inverting (pin2) berfungsi sebagai pengatur tegangan referensi menggunakan preset R3. Sebagaimana pada suhu tinggi, tahanan NTC akan turun dan begitu juga tegangan yang melaluinya. Ketika tegangan pada pin3 IC1 lebih rendah dari tegangan referensi, maka output dari komparator menjadi tinggi dan mengaktifkan transistor Q1. Hal ini akan mengaktifkan relay dan kipas akan berputar. Ketika temperatur menurun maka akan terjadi sebaliknya. LED D2 akan menyala ketika kipas dalam keadaan aktif.

Rangkaian Irigasi Tanaman Otomatis

Rangkaian ini berfungsi untuk mengairi tanaman anda secara teratur ketika anda sedang tidak dirumah atau berlibur. Rangkaian terdiri dari sebuah sensor dibangun hanya menggunakan satu op-amp dari IC LM324. Op-amp N1 dikonfigurasikan sebagai komparator. Dua buah kawat konduktor (tembaga) ditanam ke tanah yang mengandung tanaman. Selama tanah masih dalam keadaan basah, kawat tembaga yang berperan sebagai sensor akan menjaga konduktifitasnya, sehingga rangkaian akan dalam keadaan OFF. Ketika tanah mengering, resistansi antara kawat tembaga (kawat A dan B) meningkat. Jika resistansinya meningkat melampaui batas yang telah ditetapkan, output pin 1 dari op-amp N1 akan rendah.
 

Ini memicu timer IC2 (NE555) yang berperan sebagai multivibrator monostabil. Sebagai hasilnya, relay RL1 aktif untuk selama waktu tertentu. Pompa air segera mulai memasok air ke tanaman. Setelah tanah menjadi cukup basah, resistansi antara kawat sensor akan menurun dengan cepat. Hal ini menyebabkan tegangan output pin 1 pada op-amp N1 menjadi tinggi. LED1 menyala untuk mengindikasikan kandungan air yang cukup di dalam tanah. VR1 berfungsi untuk mengatur tegangan referensi agar titik batas kelembaban pada tanah dapat diatur sesuai kebutuhan. Untuk memasangnya, masukkan kawat tembaga (sensor) ke dalam tanah dengan kedalaman sekitar 2 cm, dan jarak antar tembaga sekitar 3 cm. Ketika tanah mengandung air, LED1 akan menyala sebagai tanda bahwa tanah tersebut mengandung air.

Untuk area taman yang kecil dapat menggunakan pompa yang berdaya kecil yang biasa digunakan pada kolam ikan atau aquarium. Komponen-komponen pewaktuan pada IC2 sudah diatur dengan sesuai, jika ingin mengubah durasi timer bisa dilakukan dengan mengatur preset VR2.

Sensor Suhu Menggunakan Dioda

Gambar di bawah ini menunjukkan rangkaian kontrol suhu menggunakan dioda sebagai sensor suhunya. Mungkin terlintas dalam pikiran kita bagaimana bisa sebuah dioda digunakan sebagai sensor temperatur?.

Dioda sederhana dapat mendeteksi suhu karena tegangan bias maju berubah seiring perubahan suhu, sebab itu lah kita dapat membuat rangkaian kontrol suhu yang cukup efisien tanpa menggunakan NTC thermistor atau sensor suhu lain.
 

Rangkaian ini menggunakan dua buah transistor 2N4401 yang bekerja sebagai switch. Ketika dioda D1 yang digunakan sebagai sensor panas menerima panas, maka transistor Q1 akan aktif dan memberikan tegangan 0,7 volt pada kaki basis transistor Q2, sehingga transistor Q2 juga akan aktif dan menggerakkan relay. Resistor variable 10K digunakan untuk mengatur rangkaian untuk mengaktifkan relay sesuai dengan suhu yang diinginkan (sebagai pengatur tegangan referensi).

Rangkaian Dimmer Lampu Otomatis

Berikut ini adalah rangkaian dimmer lampu otomatis dimana kita tidak memerlukan sebuah potensio atau digital switch untuk mengatur intensitas lampu. Rangkaian ini sangat menarik karena menggunakan sebuah LDR untuk mendeteksi cahaya luar. LDR ini kemudian akan mengendalikan triac serta intensitas cahaya dari lampu.

Ketika LDR mendeteksi cahaya luar yang redup, maka tegangan yang mengalir menuju triac akan meningkat dan lampu akan menyala dengan terang. Tapi ketika LDR menerima cahaya luar yang terang, maka tegangan yang mengalir ke triac akan sedikit kemudian lampu akan meredup. Proses perubahan intensitas cahaya lampu akan berubah secara linear sesuai dengan perubahan cahaya luar yang diterima oleh LDR.

Pada rangkaian menggunakan lampu bohlam 5 watt untuk menyesuaikan daya triac. Rangkaian ini bertegangan 220 V oleh karena itu harus aman dari jangkauan tangan.

Source: eleccircuit.com

Rangkaian Pengendali Suhu 0 ~ 100 °C


Rangkaian kontrol thermal ini dapat digunakan dalam berbagai aplikasi yang membutuhkan sebuah pengendalian temperatur. Rangkaian mengendalikan relay kecil ON/OFF sesuai dengan pendeteksian suhu oleh sensor suhu LM35DZ. Ketika sensor suhu mendeteksi suhu lebih tinggi dari tingkat presetnya (VR1), maka relay akan terpicu dan ketika suhu turun di bawah suhu preset, maka relay dalam keadaan normal. Rangkaian ini dapat diaktifkan dengan tegangan 12 volt atau juga menggunakan baterai minimal 100 mA.

Catatan:
Ada beberapa versi dari sensor suhu LM35:
     LM35CZ & LM35CAZ (kemasan TO-92) ---- 40 °C sampai 110 °C
     LM35DZ (kemasan TO-92) -------------- 0 ~ 100 °C
     LM35H & LM35AH (kemasan TO-46) ------- 55 °C sampai 150 °C

Komponen utama dari rangkaian ini adalah sensor suhu LM35DZ yang sudah dikalibrasi dalam skala Celcius dengan konversi suhu ke tegangan dengan linear. Tegangan output (pin2) berubah secara linear sesuai perubahan suhu dari 0V (0 °C) hingga 1000 mV (100 °C)
Sensor suhu akan mendeteksi setiap perubahan suhu yang terjadi dan mengonversikannya menjadi sebuah tegangan (10mV/1 °C). Tegangan output tersebut dialirkan ke sebuah komparator (LM358). Trimpot VR1 dan R3 berperan untuk mengatur tegangan referensi Vref dari 0 - 1,62V. Op-amp (A2) berfungsi sebagai buffer tegangan referensi untuk menghindari pembebanan rangkaian pembagi (VR1 & R3). Komparator akan membandingkan tegangan antara output sensor suhu dengan Vref yang kemudian memutuskan untuk memicu relay atau tidak. Transistor Q1 merupakan switch elektronis yang jika mendapatkan picu pada kaki bias, maka arus pada emitor mengalir ke kolektor. Dengan demikian relay akan aktif.

Sebagai contoh, set point yang diinginkan adalah 70 °C dan relay akan terpicu saat set point tersebut tercapai.
  1. Posisikan voltmeter/multimeter digital pada test point "TP1" dan "GND"
  2. Putar VR1 perlahan-lahan untuk menaikkan tegangan referensi hingga pada voltmeter digital menunjukkan nilai sebesar 700 mV (0,7 V)


Komponen:

IC1 :   LM35DZ  Precision Celsius (Centigrade) Temperature sensor
IC2 :  TL431  +2.5V precision voltage reference
IC3 :  LM358  Dual single supply Op-amp.

LED1 -- 3mm or 5mm LED

Q1 -- General purpose PNP transistor ( A1015,...) with E-C-B pin-out)

D1, D2  -- 1N4148 silicon diodes (or 1SS133)
D3, D4  -- 1N400x (x=2,,,,.7) rectifier diodes

ZD1 --- Zener diode,  13V, 400mW

Preset (trim pot) :  2.2K   (Temperature set point)

Resistor  : ( 1/4W or 1/6W)

    R1 -- 10K  
    R2 -- 4.7M
    R3 -- 1.2K
    R4 -- 1K
    R5 -- 1K
    R6 -- 33Ω

Capacitors :

    C1  -- 0.1 µF ceramic or mylar cap
             (# 104 or 100n)
    C2  -- 470 µF or 680 µF electrolytic cap.
             (16V min)

Miscellaneous items :
 8-pin socket -- x 1 pcs
 Miniature relay -- DC12V  SPDT, Coil=400 Ω or  higher

Popular Posts

Alexa Rank


Followers

gif maker