Water Level Control Switch

water level controlWater level control switch berfungsi sebagai sakelar otomatis yang digunakan pada instalasi pengisian tandon air. Komponen ini dilengkapi dua pemberat (sinker) yang akan berada pada posisi menggantung bila tandon air dalam keadaan kosong. Saat air berada pada batas tengah pemberat yang paling bawah, maka pemberat akan menarik switch sehingga pompa air akan aktif dan mulai mengisi air ke dalam tandon. Saat permukaan air berada pada batas tengah pemberat paling atas, pemberat yang di bawah akan mengambang dan switch akan kembali ke posisi awal sehingga kontak akan memutus arus listrik dan mematikan pompa air.


water level control

Instalasi sederhananya adalah sebagai berikut: 
water level control



Pada kondisi standby Sakelar harus dalam keadaan tertutup (close). Dengan demikian jika kedua sinker menggantung, water level control switch akan menutup dan arus mengalir ke pompa dan pompa aktif melakukan pengisian. Sebaliknya jika kedua sinker mengambang (permukaan air mencapai sinker atas) maka water level control switch akan membuka dan memutuskan arus yang mengalir ke pompa, pengisian berhenti.

Aplikasi LDR Sebagai Light Switch

 
Proyek ini merupakan rangkaian penyaklaran yang diaktifkan oleh cahaya yang memancar ke sensor. Perangkat yang berguna dan dapat diaplikasikan sebagai otomatisasi, sistem pengaman, counter, remot kontrol dsb. Rangkaian ini menggunakan LDR (Light Dependent Resistor) sebagai sensor dan tiga buah transistor yang dapat memperkuat sinyal dari LDR dan mengendalikan relay.


Seperti yang terlihat dalam rangkaian di atas, pada input terdapat sebuah trimmer R7 yang terhubung seri dengan LDR berfungsi sebagai pembagi tegangan. Ketika ada cahaya yang memancar ke LDR, maka resistansinya akan berubah sehingga menyebabkan tegangan yang melewati LDR juga berubah. Perubahan tegangan ini digunakan untuk mengubah keadaan transistor TR2 (ON/OFF). 
 
Tegangan output dari TR2 untuk mengaktifkan TR1 dan ini mengarah ke TR3 yang berfungsi untuk mengendalikan relay. Dioda D1 akan melindungi transistor dari tegangan balik yang dihasilkan koil relay ketika off. Trimmer R7 dapat menambah tingkat sensitivitas rangkaian sehingga rangkaian ini memungkinkan untuk diaplikasikan ke keadaan yang lain. Rangkaian ini dapat beroperasi dengan tegangan kerja 9 - 12 volt DC dan kapasitas relay yang digunakan adalah 250 V/2 ampere.

Daftar komponen:
R           = light resistor (LDR)
R1         = 4,7 K
R2         = 1,2 K
R3         = 2,2 K
R4         = 1,2 K
R5         = 1,2 K
R6         = 2,7 K
R7         = 100 K
C1         = 10 μf/16V
TR1       = BC107-BC108 NPN (CV7644)
TR2       = BC107-BC108 NPN (CV7644)
TR3       = BC557-BC558-BC327 PNP
D1         = 1N4148 Diode
RELAY  = 12V relay

Solid State Relay Switch




Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada postingan Solid State Relay (SSR), maka rangkaian berikut ini adalah salah satu bentuk aplikasinya. Solid State Relay Switch, sakelar elektronis yang dapat mengendalikan (ON/OFF) sebuah beban listrik yang berdaya besar (220 VAC) menggunakan drive power yang kecil (5 VDC).



Komponen utama pada rangkaian di atas adalah optocoupler MOC3021 dan Triac BT136. Optocoupler berfungsi sebagai solid state relay yang memberi umpan trigger untuk mengaktifkan triac. Sehingga triac menjadi switch elektronis yang mengalirkan tegangan 230 VAC ke beban.

Ketika pin1 MOC3021 mendapat sinyal high (5VDC) dari rangkaian kontrol, maka led di dalamnya akan memancar sehingga opto diac aktif dan kemudian mengalirkan tegangan trigger pada kaki gate triac. Triac membutuhkan peredam panas (Heatsink) karena MT1 dan MT2 dialiri arus beban yang besar.

Solid State Relay (SSR)

Solid State Relay (SSR) adalah saklar elektronik, yang tidak seperti sebuah relay elektromekanis tidak berisi bagian yang bergerak. Jenis SSR adalah foto-coupled SSR, transformer-coupled SSR, dan hibrida SSR Sebuah foto-digabungkan SSR dan dikontrol oleh sinyal tegangan rendah yang terisolasi secara optik dari beban. Sinyal kontrol dalam foto yang biasanya digabungkan dengan SSR energi adalah sebuah LED yang mengaktifkan sebuah foto-dioda sensitif. Dioda berputar pada back-to-back thyristor, silikon penyearah terkendali, atau MOSFET transistor untuk mengaktifkan beban.


SSR Ditetapkan sebagaimana kontrol ON-OFF di mana arus beban dilakukan oleh satu atau lebih semikonduktor. Misalnya, sebuah transistor daya, sebuah SCR, atau TRIAC. SCR dan TRIAC sering disebut “thyristors" sebuah istilah yang diperoleh dengan menggabungkan thyratron dan transistor, karena dipicu thyristor semikonduktor switch“.

Pada relay umumnya, SSR relatif rendah membutuhkan kontrol-sirkuit energi untuk beralih keadaan menjadi keluaran dari OFF ke AKTIF, atau sebaliknya Karena energi kontrol ini sangat jauh lebih rendah daripada daya keluaran yang dikendalikan oleh relay pada beban penuh, "power gain" dalam SSR adalah substansial - sering banyak lebih tinggi daripada di estafet elektromagnetik yang sebanding. Dengan kata lain, sensitivitas dari SSR seringkali jauh lebih tinggi daripada sebuah EMR dari output yang sebanding rating.

Tegangan yang diberikan pada garis kontrol menyebabkan suatu SSR LED bersinar pada foto-dioda sensitif. Hal ini menghasilkan tegangan antara sumber dan gerbang MOSFET, menyebabkan MOSFET dihidupkan. Sebuah SSR didasarkan pada satu MOSFET, atau beberapa MOSFET dalam array paralel bekerja dengan baik untuk beban DC.

Ada dioda substrat yang melekat dalam semua MOSFET yang melakukan dalam arah sebaliknya. Ini berarti bahwa satu MOSFET tidak dapat memblokir arus dalam dua arah. Untuk AC (bi-directional) operasi, dua MOSFET disusun kembali untuk kembali dengan sumber mereka pin diikat bersama-sama. Pin menguras mereka terhubung ke kedua sisi output. Dioda substrat kemudian secara bergantian bias balik dalam rangka untuk memblokir arus ketika relay tidak aktif.Ketika relay aktif, sumber umum selalu naik di tingkat sinyal seketika dan kedua gerbang yang bias positif relatif terhadap sumber oleh foto-dioda.


Hal ini umum untuk menyediakan akses ke sumber yang sama sehingga beberapa MOSFET dapat ditransfer secara paralel jika switching DC beban. Ada juga umumnya beberapa sirkuit untuk melaksanakan gerbang bila LED dimatikan, mempercepat giliran relay-off.

Relay

Relay merupakan sebuah sakelar magnetik yang biasanya menggunakan medan magnet dan sebuah kumparan untuk membuka atau menutup satu atau beberapa kontak sakelar pada saat relay dialiri arus. Pada dasarnya relay terdiri dari sebuah lilitan kawat yang terlilit pada suatu inti dari besi yang berubah menjadi medan magnet yang dapat menarik atau menolak pegas sehingga kontak dapat menutup dan membuka.  

Simbol Relay
Relay DPDT (Double Pole Double Throw) dan relay SPDT (Single Pole Double Throw) adalah dua diantara beberapa jenis kontaktornya. Pole adalah kontak yang bergerak, sedangkan throw adalah kontak diam. NC (Normally Closed) menunjukkan bahwa keadaan kontak tersebut dalam keadaan normalnya tertutup atau terhubung dengan pole. Sedangkan NO (Normally Opened) pada keadaan normalnya tidak terhubung dengan pole.
 
Relay yang baik memiliki resistansi isolasi yang tinggi sehingga tegangan yang tinggi pada peralatan tidak mengganggu kerja dari rangkaian pengendali. Ada dua jenis relay yang bisa didapat, yaitu inputnya bekerja pada arus searah dan yang bekerja pada arus bolak-balik. Pada umumnya relay yang biasa digunakan pada sistem elektronika adalah yang bekerja pada tegangan DC.

Proximity Switch

Proximity adalah sensor yang mendeteksi keberadaan suatu obyek dalam jarak tertentu tanpa adanya sentuhan fisik. Pada umumnya proximity untuk medeteksi benda-benda logam, tapi ada pula yang bisa mendeteksi benda plastik. Oleh karena itu ada beberapa jenis proximity:

 
Proximity Induktif  (deteksi metal) 
Memakai 2 lempeng dengan 1 bagian lempeng pembuat medan dari sistem induksi. Bila obyek mendekat maka medan akan dipantulkan dan menghasilkan induktansi tertensu sesuai jaraknya Obyek yang dideteksi umumnya dari metal dan repon frekuensi switch umumnya tinggi

 
Proximity Capasitif  (deteksi non metal) 
Memakai sistem 2 lempeng dan dialiri suatu frekuensi. Bila obyek mendekat diantara lempeng tersebut maka akan timbul kapasitansi dengan nilai sesuai jarak obyek. Obyek yang dapat dideteksi bisa dari metal atau nonmetal seperti cairan, tepung dan plastic. Respon frekuensi swtch ini rendah tetapi stabilitas switching tinggi. Ketika akan memasang, faktor lingkungan juga ditentukan. Harga jenis ini lebih mahal dan jarak sensingnya bisa diatur.

 

Salah satu  penggunaan  capacitive proximity sensor adalah mendeteksi  level cairan dalam botol melalui penghalang . Contoh, air mempunyai  dielectric yg lebih tinggi dari pada plastik . Sensor dapat membedakan plastic dan mendeteksi cairan. 

 
Proximity Magnetik
Memakai magnet permanen sebagai pemancar medan magnet. Obyek yang mendekat akan memantulkan medan magnet ke keping berikutnya. Reed Switch yang digunakan dalam silinder pneumatic adalah magnet permanent. Magnet tersebut digunakan untuk pengukuran posisi tetap dalam cylinder. Harganya sangat mahal dan saklarnya dapat digunakan dengan range tegangan yang lebar. Outputnya dibuat dari kontak relay.

Popular Posts

Alexa Rank


Followers

gif maker