Relay

Relay merupakan sebuah sakelar magnetik yang biasanya menggunakan medan magnet dan sebuah kumparan untuk membuka atau menutup satu atau beberapa kontak sakelar pada saat relay dialiri arus. Pada dasarnya relay terdiri dari sebuah lilitan kawat yang terlilit pada suatu inti dari besi yang berubah menjadi medan magnet yang dapat menarik atau menolak pegas sehingga kontak dapat menutup dan membuka.  

Simbol Relay
Relay DPDT (Double Pole Double Throw) dan relay SPDT (Single Pole Double Throw) adalah dua diantara beberapa jenis kontaktornya. Pole adalah kontak yang bergerak, sedangkan throw adalah kontak diam. NC (Normally Closed) menunjukkan bahwa keadaan kontak tersebut dalam keadaan normalnya tertutup atau terhubung dengan pole. Sedangkan NO (Normally Opened) pada keadaan normalnya tidak terhubung dengan pole.
 
Relay yang baik memiliki resistansi isolasi yang tinggi sehingga tegangan yang tinggi pada peralatan tidak mengganggu kerja dari rangkaian pengendali. Ada dua jenis relay yang bisa didapat, yaitu inputnya bekerja pada arus searah dan yang bekerja pada arus bolak-balik. Pada umumnya relay yang biasa digunakan pada sistem elektronika adalah yang bekerja pada tegangan DC.

Audio Amplifier Mini Menggunakan LM386

Sesuai dengan judulnya, amplifier ini cukup simpel dirangkai dan dapat diaktifkan hanya menggunakan baterai 6 - 12 volt. Komponen utama dari rangkaian ini adalah IC penguat LM386.
Skematik:



Daftar Komponen:
 

Alarm Penampung Air



Rangkaian ini merupakan detektor proses pengisian air pada sebuah penampung. Jika penampung sudah terisi air sesuai dengan level yang diinginkan, maka buzzer akan aktif dan memberikan sinyal berupa suara. Rangkaiannya dapat dilihat di bawah ini.



Detektor level air dibuat dari dua lempeng bahan konduktor, bisa juga kita buat dari tembaga PCB. Sehingga jika kedua lempeng tersebut tersentuh air, maka menyebabkan konduksi pada sensor tersebut. Dengan demikian tegangan 6 Volt dari baterai akan mengalir ke transistor penguat sinyal Q1. Transistor penguat akan memberikan trigger pada transistor Q2 yang merupakan switch elektronis untuk mengaktifkan buzzer.

Ketika transistor Q2 mendapatkan trigger pada kaki bias, arus pada colector mengalir ke emitor. Sehingga buzzer akan mendapatkan ground pada kaki negatifnya (kabel hitam). Dengan demikian buzzer akan aktif dan mengeluarkan sinyal suara.

Source: anykits.com 

Power Supply Ideal 12, +5, -5 VDC

Rangkaian catu daya berfungsi sebagai penyuplai tegangan kerja pada rangkaian elektronika agar dapat bekerja dan besarnya tegangan serta arus output catu daya harus sesuai dengan kebutuhan beban. Power supply ideal adalah sebuah catu daya yang memiliki output stabil dan tahan terhadap frekuensi liar dari rangkaian lain. Pada rangkaian catu daya yang akan dibahas kali ini memiliki tegangan output +12, +5 dan -5 VDC.

Rangkaian Catu Daya

Dilihat dari gambar diatas, maka dapat dijelaskan bahwa rangkaian catu daya tersebut memiliki tiga blok rangkaian pokok, yaitu :

Rangkaian penyearah sistem jembatan (Bridge)
Selama setengah siklus positif, anoda D1 dan D3 adalah positif (bias maju). Sedangkan anoda D2 dan D4 adalah negatif (bias mundur). Elektron mengalir dari sisi negatif dari lin melalui D3 ke beban kemudian melalui D1 dan kembali pada sisi lin yang lain.

Siklus pertama

Selama setengah siklus berikutnya, polaritas tegangan lin ac berubah. Sebagai akibatnya dioda D2 dan D4 diberikan bias maju. Elektron sekarang mengalir dari sisi negatif lin melalui D4 ke beban dan melalui D2 dan kembali ke sisi yang lain. Beban pada arah yang sama menghasilkan arus searah berpulsa gelombang penuh.

Siklus ke dua

 
Rangkaian peregulasi (Regulator) 
Pada catu daya ini digunakan IC regulator agar tegangan keluaran konstan. IC regulator yang digunakan adalah 7812 untuk keluaran +12 VDC, 7805 untuk keluaran +5 VDC dan 7905 untuk keluaran -5 VDC. Untuk skemanya ditunjukkan pada gambar berikut.

Rangkaian Peregulasi

Penggunaan C1, C4 dan C6 merupakan filter atau penapis awal untuk mengurangi riak tegangan dari penyearah. Sedangkan C2, C5 dan C7 berfungsi sebagai penapis akhir agar tegangan keluaran ini benar-benar halus.

Rangkaian penyetabil pada catu daya 12 VDC
Rangkaian ini berfungsi sebagai umpan balik (Feed Back) agar tegangan keluaran catu daya tetap stabil. Sehingga gangguan dari frekuensi liar atau guncangan tidak mempengaruhi tegangan keluaran.
Rangkaian Penyetabil 12 VDC

Pengertian Elektronika Digital

Digital berasal dari kata Digitus, dalam Bahasa Yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit).

Contoh Sistem Digital misalnya,jam digital,komputer,handphone,aplikasi pengolahan suara pada kanal telepon, pemrosesan citra serta transmisinya, dalam bidang seismologi dan geofisika, eksplorasi minyak, deteksi ledakan nuklir, pemrosesan sinyal yang diterima dari luar angkasa, dan lain sebagainya.

Data digital
Adalah Data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat . Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.

Teknologi digital memiliki beberapa keistimewaan unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog, yaitu:
  • Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang mengakibatkan informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi. 
  • Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.
  • Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
  • Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimkannya secara interaktif.
Ada beberapa alasan mengapa digunakan pemrosesan sinyal digital pada suatu sinyal analog. Pertama, suatu sistem digital terprogram memiliki fleksibilitas dalam merancang-ulang operasi-operasi pemrosesan sinyal digital hanya dengan melakukan perubahan pada program yang bersangkutan, sedangkan proses merancang-ulang pada sistem analog biasanya melibatkan rancang-ulang perangkat keras, uji coba dan verifikasi agar dapat bekerja seperti yang diharapkan.

Masalah ketelitian atau akurasi juga memainkan peranan yang penting dalam menentukan bentuk dari pengolah sinyal. Pemrosesan sinyal digital menawarkan pengendalian akurasi yang lebih baik. Faktor toleransi yang terdapat pada komponen-komponen rangkaian analog menimbulkan kesulitan bagi perancang dalam melakukan pengendalian akurasi pada sistem pemrosesan sinyal analog. Di lain pihak, sistem digital menawarkan pengendalian akurasi yang lebih baik. Beberapa persyaratan yang dibutuhkan, antara lain penentuan akurasi pada konverter A/D (analog ke digital) serta pengolah sinyal digital, dalam bentuk panjang word (word length), floating-point versus fixed-point arithmetic dan faktor-faktor lain.

Sinyal-sinyal digital dapat disimpan pada media magnetik (berupa tape atau disk) tanpa mengalami pelemahan atau distorsi data sinyal yang bersangkutan. Dengan demikian sinyal tersebut dapat dipindah pindahkan serta diproses secara offline di laboratorium. Metode-metode pemrosesan sinyal digital juga membolehkan implementasi algoritma-algoritma pemrosesan sinyal yang lebih canggih. Umumnya sinyal dalam bentuk analog sulit untuk diproses secara matematik dengan akurasi yang tinggi.

Implementasi digital sistem pemrosesan sinyal lebih murah dibandingkan secara analog. Hal ini disebabkan karena perangkat keras digital lebih murah, atau mungkin karena implementasi digital memiliki fleksibilitas untuk dimodifikasi.

Namun implementasi digital tersebut memiliki keterbatasan, dalam hal kecepatan konversi A/D dan pengolah sinyal digital yang bersangkutan.

Pengertian Elektronika Analog

Elektronika analog ialah bidang elektronika dimana sinyal listrik yang terlibat bersifat kontinue, sedangkan komponen yang digunakan umumnya disebut komponen diskrit. Beda dengan elektronika digital dimana sinyal listrik yang terlibat merupakan sinyal  0V atau 5 V (sinyal digital berlogika 0 atau 1).

Sinyal Analog
Analog merupakan proses pengiriman sinyal dalam bentuk gelombang. Misalnya ketika seseorang berkomunikasi dengan menggunakan telepon, maka suara yang dikirimkan melalui jaringan telepon tersebut dilewatkan melalui gelombang. Dan kemudian, ketika gelombang ini diterima, maka gelombang tersebutlah yang diterjemahkan kembali ke dalam bentuk suara, sehingga si penerima dapat mendengarkan apa yang disampaikan oleh pembicara lainnya dari komunikasi tersebut.

Sinyal analog adalah istilah yang digunakan dalam ilmu teknik (terutama teknik elektro, teknik informasi, dan teknik kendali), yaitu suatu besaran yang berubah dalam waktu atau dan dalam ruang, dan yang mempunyai semua nilai untuk untuk setiap nilai waktu (dan atau setiap nilai ruang). Digunakan juga istilah Sinyal Kontinyu, untuk menggambarkan bahwa besaran itu mempunyai nilai yang kontinyu (tak terputus).

Contoh Sinyal Analog yang paling mudah adalah suara,seperti pada teknologi telepon atau radio konvensional, sinyal gambar (foto) pada kamera konvensional, sinyal video pada televisi konvensional.

Data Analog
Data dalam bentuk gelombang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitude, frekuensi dan phase.
  • Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog. 
  • Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
  • Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.
Data Analog disebarluaskan melalui gelombang elekromagnetik (gelombang radio) secara terus menerus , yang banyak dipengaruhi oleh factor  ”pengganggu” . Analog merupakan bentuk komunikasi elektromagnetik yang merupakan proses pengiriman sinyal pada gelombang elektromagnetik dan bersifat variable yang berurutan . Jadi sistem analog merupakan suatu bentuk sistem komunikasi elektromagnetik yang menggantungkan proses pengiriman sinyalnya pada gelombang elektromagnetik.

Kecepatan gelombang ini disebut dengan Hertz (Hz) yang diukur dalam satuan detik . Misal dalam satu detik gelombang dikirim sebanyak 1000 , maka disebut dengan 1000 Hertz . Kekurangan sistem analog ini adalah pengiriman sinyal agak lambat dan sering terjadi error . Hal-hal seperti ini tidak terjadi pada sistem digital . Oleh karenanya saat ini banyak peralatan maupun aplikasi yang beralih dari sistem analog menjadi sistem digital.

Popular Posts

Alexa Rank


Followers

gif maker