MCCB (Molded Case Circuit Breaker)

MCCB atau Moulded Case Circuit Breaker berfungsi sebagai pemutus sirkuit pada tegangan menengah dengan arus 100A hingga 600A.
 
mold case circuit breaker
Dalam memilih circuit breaker hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah :
  • Karakteristik dari sistem di mana circuit breaker tersebut dipasang.
  • Kebutuhan akan kontinuitas pelayanan sumber daya listrik.
  • Aturan-aturan dan standar proteksi yang berlaku.

Karakteristik  sistem
  1. Sistem tegangan, tegangan operasional dari circuit breaker harus lebih besar atau minimum sama dengan tegangan sistem.
  2. Frekuensi sistem, frekuensi pengenal dari circuit breaker harus sesuai dengan frekuensi sistem. Circuit breaker Merlin Gerin dapat beroperasi pada frekuensi 50 atau 60 Hz.
  3. Arus pengenal, arus pengenal dari circuit breaker harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang dilewatkan oleh kabel, dan harus lebih kecil dari arus ambang yang diijinkan lewat pada kabel.
  4. Kapasitas pemutusan, kapasitas pemutusan dari circuit breaker harus paling sedikit sama dengan arus hubung singkat prospektif yang mungkin akan terjadi pada suatu titik instalasi dimana circuit breaker tersebut dipasang.
  5. Jumlah pole dari circuit breaker
  6. Jumlah pole dari circuit breaker sangat tergantung kepada sistem pembumian dari sistem.

Kebutuhan Kontinuitas Sumber Daya

Tergantung dari kebutuhan tingkat kontinuitas pelayanan sumber daya listrik, dalam memilih circuit breaker harus diperhatikan :
  1. Diskriminasi total dari dua circuit breakaer yang ditempatkan secara seri.
  2. Diskriminasi terbatas (sebagian), diskriminasi hanya dijamin sampai tingkat arus gangguan tertentu.

NFB (No Fuse Breaker)

No fuse breaker
NFB atau No Fuse Breaker berfungsi sebagai pembatas arus listrik dari beban lebih. Bila arus yang mengalir pada NFB ini melebihi dari In (arus nominal) pada NFB, maka NFB ini akan memutuskan arus ke beban.
 
NFB dalam bahasa indonesia bisa diartikan sebagai pemutus tanpa sekering, berfungsi untuk menghubungkan dan memutus tegangan/arus utama dengan sirkuit atau beban, selain itu juga berfungsi untuk memutuskan/melindungi beban dari arus yang berlebihan ataupun jika terjadi hubung singkat. Cara kerja NFB, ketika arus yang mengalir melaluinya melebihi dari nilai yang tertera pada NFB maka secara otomatis NFB akan memutuskan arusnya gambar diatas adalah NFB 3 Phase umumnya digunakan pada instalasi motor induksi atau breaker pada panel kontrol.
 
Selain itu NFB sangat baik di gunakan pada pengguna listrik rumah tingkat atas dan industry. Ini di karenakan Penggunaan NFB yang sangat menjamin keamanan listrik anda. Namun sebaliknya penggunaan NFB jangan pernah anda gunakan untuk pengguna rumah menengah ke bawah (SEDERHANA), karena alat ini tidak akan berfungsi pada instalasi rumah anda.

Apa itu Kapasitor?

Kapasitor adalah salah satu komponen pasif yang menyimpan energi dalam bentuk medan elektrostatik. Dalam bentuk yang paling sederhana, sebuah kapasitor mengandung dua lempeng penghantar yang terpisah oleh bahan insulator yang disebut thedielectric. Kapasitansi berbanding lurus dengan area permukaan lempeng, dan berbanding terbalik dengan pemisahan antara pelat. Kapasitansi juga bergantung pada konstanta dielektrik dari bahan yang yang memisahkan pelat.

Satuan standar dari kapasitansi adalah Farad, disingkat F. Ini merupakan satuan yang luas, satuan umum lainnya adalah mikrofarad disingkat uF (1 uF = 10-6F) dan picofarad disingkat pF (1 pF = 10-12 F).


Kapasitor juga dapat dikemas dalam chip. Umumnya dirangkai dengan transistor dalam dynamic random access memory (DRAM). Kapasitor membantu mempertahankan kandungan memori, karena ukurannya yang kecil, komponen ini memiliki kapasitansi yang kecil. Mereka harus diisi muatan ribuan kali per detik atau DRAM akan kehilangan datanya.


Kebanyakan kapasitor dipakai dalam catu daya pada semua jenis rangkaian elektronika, termasuk komputer dan segala aksesorisnya. Dalam sistem ini, kapasitor berfungsi sebagai filter tegangan output dari rectifier agar stabil seperti tegangan output dari baterai.

Baca juga "Cara Menghitung Nilai Kapasitor "

Water Level Control Switch

water level controlWater level control switch berfungsi sebagai sakelar otomatis yang digunakan pada instalasi pengisian tandon air. Komponen ini dilengkapi dua pemberat (sinker) yang akan berada pada posisi menggantung bila tandon air dalam keadaan kosong. Saat air berada pada batas tengah pemberat yang paling bawah, maka pemberat akan menarik switch sehingga pompa air akan aktif dan mulai mengisi air ke dalam tandon. Saat permukaan air berada pada batas tengah pemberat paling atas, pemberat yang di bawah akan mengambang dan switch akan kembali ke posisi awal sehingga kontak akan memutus arus listrik dan mematikan pompa air.


water level control

Instalasi sederhananya adalah sebagai berikut: 
water level control



Pada kondisi standby Sakelar harus dalam keadaan tertutup (close). Dengan demikian jika kedua sinker menggantung, water level control switch akan menutup dan arus mengalir ke pompa dan pompa aktif melakukan pengisian. Sebaliknya jika kedua sinker mengambang (permukaan air mencapai sinker atas) maka water level control switch akan membuka dan memutuskan arus yang mengalir ke pompa, pengisian berhenti.

Resistor yang Umum Dijual di Pasaran

Sebagian orang atau rekan-rekan yang baru mulai praktek elektronika kadang masih sering kebingungan dalam mencari resistor dengan nilai yang diinginkan. Oleh karenanya pada postingan kali ini saya tampilkan gambar resistor yang umum dijual di pasaran. 


Jika nilai resistor yang diinginkan tidak ada juga di gambar di atas, kita bisa menyiasatinya menggunakan resistor variable. Tentunya, resistor variable yang kita pakai harus memiliki resistansi yang lebih besar dari resistansi yang kita inginkan agar nantinya bisa disesuaikan.


Untuk mengenal lebih dalam mengenai resistor, baca juga artikel di bawah ini: 
Apa itu Resistor 
Jenis-jenis Resistor

Transistor

Transistor adalah suatu komponen elektronika yang dipakai dalam rangkaian untuk mengendalikan jumlah arus atau tegangan yang besar dengan arus dan tegangan yang kecil.

Hal itu dilakukan dengan cara mengapit satu semikonduktor di antara dua semikonduktor yang lain. Karena arus ditransfer melewati bahan yang umumnya memiliki resistansi tinggi (resistor), maka disebut "transfer-resistor" atau transistor.

Transistor diciptakan pertama kali pada tahun 1948 oleh William Bradford Shockley, John Bardeen dan Walter House Brattain. Sedangkan konsep dari transistor dipatenkan jauh sebelumnya yaitu pada tahun 1928 di Jerman. Hanya saja pada saat itu belum pernah ada atau belum ada yang bisa membuat transistor.

Transistor ada dua tipe yaitu npn dan pnp, dimana n untuk negatif dan p untuk positif. Perbedaan antara kedua transistor hanyalah pengaturan pembiasan tegangannya.
 


Untuk memahami bagaimana cara kerja transistor, kita harus memahami dahulu bagaimana semikonduktor bereaksi terhadap potensial listrik. Beberapa semikonduktor akan menjadi negatif, yang berarti elektron bebas dalam material melintas dari elektroda negatif ke positif. Semikonduktor yang lain akan menjadi positif, dalam hal ini elektron mengisi lubang dalam kulit elektron atom, artinya berperilaku seolah-olah partikel positif berpindah dari elektroda positif ke elektroda negatif. Jenis transistor ditentukan oleh struktur atom dari bahan semikonduktor tertentu.
 

Dua aplikasi dari transistor dalam rangkaian listrik adalah sebagai berikut:
  1. Transistor dapat berfungsi sebagai saklar. Biasanya dipakai untuk mengaktifkan realy, lampu, alarm dan sebagainya. 

  2. Transistor sebagai penguat. Biasanya dipalikasikan kedalam penguat audio.

Jenis-jenis transistor

Ada berbagai macam transistor yang telah dikembangkan sejak 1948, seperti berikut.

  • Bipolar junction transistor (BJT)
  • Field-effect transistor (FET)
  • Heterojunction bipolar transistor
  • Unijunction transistor
  • Dual-gate FET
  • Avalanche transistor
  • Thin-film transistor
  • Darlington transistor
  • Ballistic transistor
  • FinFET
  • Floating gate transistor
  • Inverted-T effect transistor
  • Spin transistor
  • Photo transistor
  • Insulated gate bipolar transistor
  • Single-electron transistor
  • Nanofluidic transistor
  • Trigate transistor (Intel prototype)
  • Ion-sensitive FET
  • Fast-reverse epitaxal diode FET (FREDFET)
  • Electrolyte-Oxide-Semiconductor FET (EOSFET)  

Popular Posts

Alexa Rank


Followers

gif maker